Senin, 23 April 2012

Launching Akhir Maret, Ninja 150RR Baru Sudah Bisa Dipesan


Sudah bulan Maret nih! Artinya Kawasaki Ninja 150RR baru akan segera resmi diluncurkan. "Ya akhir Maret ini di Senayan," buka Reiner Sitorus, Sales Promotion KKD Departmen Head PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI).

Rencananya launching Kawasaki Ninja 150RR baru ini akan digelar bareng dengan acara komunitas dan klub pecinta Kawasaki Ninja di Parkir Timur, Senayan.

Meski baru akan dilaunching secara resmi, tapi unit Kawasaki Ninja 150RR sudah bisa dilihat di showroom-showroom Kawasaki. Distribusinya unitnya sudah dilakukan dan sudah bisa dipesan.

Seperti yang terjadi di dealer Kawasaki Motorave, Pondok Indah. “Konsumen sangat antusias untuk motor ini. Sekitar 15 konsumen yang masih menunggu untuk mendapatkan motor ini,” tutur Haryo Wicaksono, Showroom Manager, Kawasaki Motorave Pondok Indah.

Secara desain, penampilannya benar-benar jauh berbeda. Dari fairing, tangki hingga desain buntutnya baru. Lampu depan-belakang dibuat mirip sang kakak, Ninja 250R tapi tentu dimensinya dibuat lebih kecil.Begitu juga dengan bentuk fairingnya yang lebih banyak garis-garis kaku.

Jok belakang berundaknya bisa langsung dipasang cover single seater. Kesan jadul juga makin dibuang jauh dengan aplikasi disk brake model gelombang mirip Ninja 250R.

Harganya pun tidak berbeda jauh bila dibandingkan dengan versi sebelumnya yang dijual Rp 33 jutaan. Varian terbaru ini dilepas Rp 34,3 juta on the road Jakarta. Sedang untuk special edition dijual Rp 35 juta. Ada tambahan cover single seater dan striping berbeda. (motorplus-online.com)

Minggu, 11 Maret 2012

Peserta Indoprix, hanya Teddy Permana yang dari sumatra

Penyelenggaraan latihan Indoprix di seri satu kali ini yang berlangsung di Sirkuit Gokart Sentul, Bogor-Jawa Barat, Sabtu, 10 Maret 2012 berlangsung sangat seru.

Sebanyak 30-an peserta ikut dalam ajang bergengsi ini. Meskipun sempat berlangsung dibawah guyuran hujan, namun tak berarti menyurutkan semangat peserta.

Terlihat para pembalap tanah air yang sudah tidak asig lagi seperti Sudarmono dari Jogyakarta yang bergabung dengan Yamaha Yamalube FDR Kyt trijaya Racing Team.
Sudarmono (Yamaha Jupiter Z, Yamaha Trijaya), Juara Superpole IP125 - Photo : lutfi117.wordpress.comindoprix, irc, pt gajah tunggal tbk, balap motor, zeneos, indoprix 2012
Tampak pula para pembalap lainnya seperti Sigit PD, Florianus Roy, Harlan Fadhillah, Hnedriansyah dan Denny Triyugo Laks.

Kebanyakan peserta yang ikut dalam kejuaraan Indoprix seri pertama 2012 ini berasal dari tim pabrikan, seperti Yamaha, Honda, Suzuki dan Kawasaki.
Dipastikam kejuaraan Final Indoprix seri satu yang akan berlangsung pada Minggu, 11 Maret 2012 akan terjadi persaingan yang sangat ketat.
Aldilla Eka Dharma (Honda New Blade 110, Honda Jayadi) Juara Superpole IP110 - Photo : lutfi117.wordpress.comindoprix, irc, pt gajah tunggal tbk, balap motor, zeneos, indoprix 2012
Ditambah denag adanya perubahan regulasi bobot, dimana bobot total pembalap dan motor minimum 140 kg kini menjadi 145 kg.

Selain bobot ideal, juga dibutuhkan sasis lincah dan suspensi yang lentur agar mudah dikendalikan.
Sebagai sponsor utama Indoprix 2012 ini, PT. Gajah Tunggal Tbk kembali menurunkan ban balap IRC RAZZO 166 dan RAZZO 221 sebagai ban balap resmi, yang dipakai oleh para pembalap motor papan atas Indonesia.
Daftar peserta yang turut dalam kejuaraan Indoprix 2012 seri 1indoprix, irc, pt gajah tunggal tbk, balap motor, zeneos, indoprix 2012
Hasil Lomba Kejuaraan Indoprix 2012 seri 1
Superpole 110cc
Pos 1 Aldhila ED Hnd
Pos 2 Harlan F Szk
Pos 3 Deny Hnd
Pos 4 Anggi P Ymh
Pos 5 Sudarmono Ymh

Superpole 125cc
Pos 1 Sudarmono Ymh
Pos 2 Harlan Szk
Pos 3 Wawan Hnd
Pos 4 Sigit Pd Ymh
Pos 5 Floarianus R Ymh

Hasil Final Kejuaraan Indoprix Seri 1, 2012

Kejuaraan Indoprix seri 1 di musim balap 2012 ini berlangsung sangat seru. Berlangsung di Sirkuit Gokart, Sentul, Bogor-Jawa Barat (10-11 Maret 2012), event ini disaksikan langsung oleh ratusan pasang mata yang memadati area tribun.

Pada race 2 IP 125, Sigit PD mampu mengungguli lawan-lawannya. Sementara Florianus Roy dan Sudarmono, keduanya hanya mampu bertengger di posisi ke-2 dan ke-3.

Sedangkan pada race 2 IP 110, posisi pertama berhasil direbut oleh H.A. Yudhistira disusul oleh Anggi Permana P dan Owie Nurhuda yang masing-masing menempati posisi ke-2 dan ke-3.
Hasil final Indoprix seri 1 tahun 2012 Race 2 IP 125race result, race result indoprix, race result indoprix seri 1 2012, indoprix, irc, pt gajah tunggal tbk, balap motor, zeneos, indoprix 2012
Hasil final Indoprix seri 1 tahun 2012 Race 2 IP 110race result, race result indoprix, race result indoprix seri 1 2012, indoprix, irc, pt gajah tunggal tbk, balap motor, zeneos, indoprix 2012

Rabu, 15 Februari 2012

striping Yamaha Mio ZR, Z, dan MX

color code = 01

color code = 02

color code = 03

color code = 04

color code = 05

color code = 06

color code = 07

color code = 08

Rakerprov IMI Jateng 2012, Fokus Kualitas Pembalap


Memasuki tahun 2012 ini, kepengurusan Pengprov IMI Jawa Tengah melakukan evaluasi dan merancang program kerja melalui Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) IMI Jawa Tengah. Banyak isu dan permasalahan yang jadi sorotan pada Rakerprov IMI Jateng yang di gelar di Aula Balaikota, Semarang (4/2) itu.

“Tahun ini IMI Jateng fokus peningkatan prestasi atlet balap motor Jawa Tengah. Juga pembenahan dari segi sarana dan prasarana,” buka Hendrar Prihadi, Ketua Pengprov IMI Jateng.

Fokus IMI Jateng diarahkan langsung kepada target Pekan Olah raga Nasional (PON) 2012 yang akan digelar di Riau. Sehingga prestasi yang telah diraih pembalap Jateng bisa dipertahankan.

Prestasi pembalap kudu diikuti kualitas kualitas event melalui promotor-promotor balap di Jawa Tengah. “Kami sudah ada Federasi Olahraga Balap Motor (FOBM) di tiap-tiap daerah. Harapannya setiap promotor daerah bisa mewujudkan event yang berkualitas,” terang Luwi Rusharmono dari Komisi A yang membidangi FOMB. FOBM merupakan organisasi bentukan IMI Jateng yang mengurusi olahraga balap motor di tingkat daerah.

Untuk mengantisipasi minimnya event balap motor seperti tahun lalu, tahun ini IMI Jateng akan menggelar kejurda road race. "Jateng minim pembalap pemula, jika hal ini terus berlanjut bisa dipastikan mata rantai pembalap Jateng akan terputus,” tegas Joko Pujiono, Sekretaris Eksekutif IMI Jateng.

Di samping masalah minimnya pembalap dan gelaran balap motor lokal, sarana dan prasarana juga menjadi isu yang mencuat di rakerprov kemarin. Jateng memang belum punya sirkuit yang layak. Selama ini hanya memanfaatkan ruas jalan ataupun alun-alun sebagai tempat untuk menggelar balapan.

"Sirkuit menjadi sesuatu yang sangat vital dalam perkembangan olahraga balap motor. Tanpa ada dukungan sirkuit yang memadai, bisa dipastikan tidak akan menghasilkan pembalap-pembalap yang berkualitas,” tegas Joko.

"Ada rencana untuk membangun sirkuit permanen. Ini target dari kepengurusan Pengprov IMI Jateng sekarang ini,” beber Hendrar yang juga Wakil Walikota Semarang.

Rabu, 25 Januari 2012

Yamaha Jupiter-Z (Jogja) , Akibat Pakai Gir Ringan

Sejatinya, Yamaha Jupiter-Z geberan Sigit PD ini bermain di kompresi 13,6 : 1. Itu kalau di trek permanen. Maklum, doi kan pembalap IndoPrix (IP). Tapi, karena bermain di sirkuit dadakan yang tidak terlalu panjang, kompresi diturunkan lagi. Itu akibat penggantian gir belakang yang dinaikan.

Jika biasanya pakai 14/ 42 mata, di sirkuit Stadion Kanjuruhan, Malang pakai 14/44 mata. Hasilnya, racer asal Jogja ini mampu podium utama di kelas 125 cc Grand Final Yamaha Cup Race 2011 beberapa waktu lalu.

Kompresi diturunkan hingga 13,2 : 1. Karena kalau tidak diturunkan, napas mesin terlalu cepat habis oleh gir yang lebih ringan,” ungkap Heru ‘Kate’ Hardiyanto, selaku tunner tim Yamaha TDR FDR Federal Oil NHK Yonk Jaya itu.

Penurunan kompresi ditempuh lewat pemapasan jenong alias dome piston Daytona diameter 55,25 mm yang diandalkan. Berkali-kali, piston dipapas dan diukur lewat alat ukur buret hingga dapat kompresi yang diinginkan.

Sayangnya, pria akrab disapa Pak’De ini tak terlalu mengukur berapa tinggi dome akhir. Tapi, kepala silinder juga ikut dipapas sekitar 0,4 mm. Hitungan ini, tetap dipakai meski ganti head silinder baru.

Selain kompresi, penyesuaian seting juga berimbas ke timing tertinggi pengapian. Untuk limiter diseting di 14.500 rpm. Lalu, timing pengapian yang biasanya dipatok 36º di 9.500 rpm, diturunkan jadi 36º di 8.500 rpm. Ya, turun 1.000 rpm.

Kalau gir ringan, napas mesin jadi cepat habis. Selain itu, penyesuaian juga karena sirkuit yang patah-patah. “Biar dropnya rpm juga tidak terlalu banyak. Jadi cepat mengail rpm lagi,” timpal alumnus fakultas Pertanian UPN Jojga 1990 itu.

Kondisi ini sesuai karakter balap Sigit yang sebenarnya suka gaya rolling speed. Jadi, meski trek patah-patah, tapi doi kadang masih suka gantung rpm dibeberapa tikungan. Bisa dikatakan juga kalau Sigit suka motor yang powernya lembut.

Untuk sistem pengapian sendiri, Pak’De lebih andalkan model rotor. Ya, pakai lempengan besi yang bobotnya dibuat jadi 550 gram. Untuk mengimbangi di sebelah kanan, balancer diterapkan hingga 400 gram.

Kompresi di ruang bakar, ditemani pemakaian klep milik Honda Sonic diameter 28 mm (in) dan 23 mm (ex). “Sengaja untuk ex dikecilkan. Sempat jajal klep 24 mm, tapi power masih kurang padat,” bilang pria ramah ini.

Durasi kem bermain di 272º. Itu berlaku buat klep in dan ex. Hitungannya, in 34º + 58º + 180º = 272º. Sedang ex, 58º + 34º + 180º = 272º. LSA (Lobe Separation Angle) bermain di 102º. Ini cocok untuk karakter power menengah-atas. Ya, buat bermain rolling speed.

Pangabut bahan bakar andalkan Keihin PWK 28 mm. Main-jet diseting 108 dan pilot-jet cukup besar. Yaitu, 60. “Karena power motor enteng-enteng, jadi butuh masukan sedikit besar di putaran bawahnya,” tutup Pak’De.

Belum lagi, saluran buang juga andalkan bikin tim sendiri. Ya, knalpot terbaru buat Jupiter-Z merek Yonk Jaya. Oh ya! karena sirkuit dadakan, Sigit lebih PD alias percaya diri untuk pakai stabilizer rangka di bagian underbone. Jadi, tak masalah dengan sasis yang seolah mantul-mantul ketika direm keras.  (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban : FDR 90/80-17
Sok belakang : YSS
Stabilizer setang : KTC
CDI: Rextor Pro Drag
Knalpot : Yonk Jaya

Penulis : Eka | Teks Editor : Nurfil | Foto : Eka

Yamaha Fino, Drag Style 2009 (Jakarta)

Menurut Asang, model bodi Yamaha Fino punya nilai lebih. Makanya menurut juragan Ratu Perkasa Motor (RPM) itu, tidak perlu banyak ubahan sudah cukup menarik.

"Kalau bodi, cukup dikasih variasi bolt on. Itu pun enggak banyak, biar enggak terlalu rame tapi tetap funky," buka Asang dari Jl. Raya Bogor Km 28, Cibubur, Jakarta Timur itu.

Ubahannya lebih banyak ke dapur pacu. Mesin dibore up hingga 200 cc. "Jadi, bisa berfungsi ganda. Buat mejeng karena tampilan bodinya. Bisa juga buat balap," lanjut Asang.

Untuk urusan mesin, Asang percaya langsung kepada mekaniknya sendiri buat mengolah. Namanya Ahmada yang sudah gape garap mesin buat drag.  Tapi sayang, Metz biasa Ahmad disapa, ogah buka semua resep motor yang kabarnya sudah enggak ada lawan di wilayah Cibubur ini. Walah...

"Ubahan mesinnya disesuaikan tema funky yang dimau Asang. Kalau buat balap kan standaran, pakainya paking selembar. Seher pakai punya CBR dikombinasi setang seher tipe 5VV," tambah Metz.

Berencana turun perdana di event drag di Parkir Timur Senayan, pertengahan Januari nanti. Ditunggu!  (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Vee Rubber 45/90-17
Ban belakang : Vee rubber 60/80-17
Pelek depan : Yoko 3 Tone 140x17
Knalpot: Kou Thailand
RPM : 082-1123-12350

Penulis : Tining | Teks Editor : Nurfil | Foto : Tining